Headline News
Home » , » BANG BONAR TIDAK PERNAH  NGLINDUR (MENGIGAU)

BANG BONAR TIDAK PERNAH  NGLINDUR (MENGIGAU)

Posted by Puspa Anggita
Website eRTe.04 , Updated at: 08:36:00

Posted by Puspa Anggita on Wednesday, 3 February 2016


Siapa yang tak kenal Bang Bonar? Yang tak kenal, pasti bukan warga RT 04. Sebab, di RT 04, Bang Bonar sosok penting dan menentukan. Tapi okelah, yang belum kenal, kiranya perlu aku perkenalkan. Siapa tahu, yang mengaku belum kenal, baru jadi warga RT 02.

Bang Bonar, perawakannya tidak tinggi. Tubuhnya sekel dan berotot. Orangnya baik. Setia. Beliau adalah LINMAS RT 04. Prestasinya sangat membanggakan. Selama periode 2015, kalau tidak salah, berhasil mengkawal keamanan RT. Tercatat tidak pernah terjadi kasus pencurian di malam hari.

Saat menjalani tugasnya, Bang Bonar kadang pakai sarung. Berbekal santer inventaris RT, ia keliling menyusuri sudut-sudut RT 04. Tak lupa, kekahasannya, memukul tiang listrik, pagar, atau bak sampah. Secara berkala, kalau malam ada bunyi "tek…tek…tek…" Itu Artinya, Bang Bonar setia menjaga tidur warga. Kalau ada warga yang bangun karena kaget, jangan marah. Seharusnya sadar, maksud Bang Bonar membuat bunyi-bunyian adalah agar "mimpi" Anda tidak diganggu oleh maling. Tikus-tikus pun lari tidak jadi masuk rumah dan mengganggu buaian tidur Anda. Jadi, Bang Bonar itu sangat berjasa sebagai penjaga tidur warga RT 04.

Kalau aku berangkat kerja, pukul 03.50, sering kujumpai Bang Bonar habis keliling. Kadang ia tiduran di pos, dan saat aku mau melewatinya, ia bangun, "Berangkat Pak?" Kujawab dengan klakson "tin..tinn…".

Kadang juga, tapi tidak sering, ia terlelap. Tidurnya anteng, tidak ngorok, dan tidak nglindur (mengigau). Kalau sampai mengigau, saya pasti akan ketakutan.

Kalau sedang tertidur, Aku klakson tidak bangun. Mungkin sedang super capek. Atu sengaja pura-pura tidur karena protes, atau bosen, aku cuman kasih klakson. Mendingan kasih rokok. "Maafin aku ya Bang Bonar. Udah lama sekali nggak pernah kasih rokok… maklum lagi super bokek." Demikian suara hatiku berkata.

Bang Bonar, jarang merokok. Kalau pun merokok, hanya kalau ada rejeki. Kalau ia mempunyai satu bungkus rokok dan menghisapnya, itu berarti ada warga yang baik hati memberi rokok atau uang rokok. Kalau tidak ada yang memberi, ya tidak merokok. Mengapa? Kalau merokok terus, gajinya tak akan mencukupi dan tak ada sisa buat beli beras. Ia bisa didamprat oleh istrinya. Ia bisa tidak lanjut menjaga tidur warga RT 04. Ia tidak merokok agar "gaji" dari RT 04, bisa ia bawa pulang ke rumah.

Tentu, semua warga RT 04 tahu berapa besar Gaji Bang Bonar. Kalau ada yang belum tahu, itu karena lupa atau pura-pura tidak tahu. Membaca dan mengartikan angka gaji itu yang tidak gampang. Pakai rumus bagi-bagian pun sulit dihitung. Pakai koma, koma'an, desimal, persentase, kubik, kuadrat…ah pokoknya aku nggak bisa ngitungnya. Kalau aku coba pakai rumus matematika yang dulu aku pelajari di sekolah, aku jadi ragu. Apa benar aku sudah lulus sekolah? Ngitung gaji Bang Bonar aja, aku nggak bisa mengartikan dan merumuskannya.

Kalau tidak salah, berdasarkan perjanjian kerja yang tidak pernah dituliskan, Bang Bonar diwajibkan kerja pukul 23.00 s/d 04.00. Kira-kira empat jam per hari. Malam Minggu, ia libur. Maka, seharusnya dalam satu minggu, ia bekerja minimal 30 jam kerja.

Gaji Bang Bonar, tidak pernah dipotong pajak. Sebab, ribet ngitungnya. Pakai setor ke bank segala. Kalau tidak salah, Bang Bonar juga tidak didaftarkan mendapat kartu BJPS oleh RT 04. Maklum, statusnya Bang Bonar belum menjadi karyawan tetap RT 04. Lagi pula, RT 04 bukan perusahaan ala pabrik krupuk atau minuman bersoda. Semoga ia mendaftar di RT tempat tinggalnya. Agar kalau pilek akibat jaga tidur di RT 04, bisa berobat di Puskesmas terdekat.

Denger-denger, Bang Bonar mencoba cari tambahan pemasukan. Ritme kerja di RT 04 jadi agak terganggu. Pastinya aku ndak tahu. Yang kutahu bahwa aku bingung ngitung rumusan gajinya. Dengan angka itu, ada berapa kepala anaknya ikut diberi makan? Atau mungkin ia mempunyai mesin pengganda duit? Pemasukan tambahan? Kalau dari itunganku, mutlak harus ada tambahan. Kalau tidak, tidak mungkin. Tapi, nyatanya ia bisa hidup dan menghidupi keluarganya. Sungguh ajaib.

Bang Bonar…. Maafin saya… maafin warga RT 04 yang belum bisa memberikan yang terbaik ya. Begitulah, nasib menjadi orang kecil. Serba sulit. Warga RT 04 juga orang kecil…. Maafin kami bila menuntut karena kami terbiasa juga "dituntut-tuntut" sampai kami pun bingung bagaimana mau menuntut Bang Bonar…. Kita hadapi saja malam demi malam, gelap dan dinginnya hari. Sampai kelak tak ada lagi yang bertanya, untuk apa semuanya ini…..



Selamat bekerja Bang Bonar



Jakarta, 3 Februari 2016



Ditulis Oleh :
Taat Ujianto , RT 04

Share This Post :

0 komentar:

Post a Comment

Demi menjaga persatuan dan kesatuan , dilarang memberikan komentar yang mengandung unsur sara, pornografi dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan permusuhan. Jika ada yang melanggar maka komentarnya akan dihapus oleh admin. Terima kasih.

Translate I Terjemahan

Donatur

 
Copyright © 2015 Website eRTe.04 . All Rights Reserved
Template RT.04 by Creating Website and eRTe.04