Headline News
Home » , » Makin Terpinggirkan

Makin Terpinggirkan

Posted by Puspa Anggita
Website eRTe.04 , Updated at: 10:57:00

Posted by Puspa Anggita on Tuesday, 8 March 2016

Trio Warkop , erte 4

eRTe 4 -Panggilannya Dono. Nama aslinya, aku tidak tahu. Orangnya sumeh, gapyak, dan baik. Mata pencahariannya adalah penjual almari. Pagi hari ia berangkat memikul almari dari Bogor ke Jakarta.

Ia memanggilku, "Mas". Dengannya, aku bisa banyak ngobrol gara-gara mancing bersama di kali Pesanggrahan.

Dono adalah seorang Bapak kelahiran desa Waringin Jaya. Berumur sekitar 38 tahun dan sudah dikaruniai dua anak. Perawakannya sedang dengan gigi (maaf) agak gondrong sedikit. Karena itu pula, mungkin, dipanggil "Dono".

Saat habis banjir, dan belakang rumah belum menjadi perumahan, hampir tiap minggu aku bertemu dengannya. Gara-gara sama-sama penyuka mancing di alam bebas, aku selalu berpapasan dengannya. Ia rajin mengumpulkan ikan benter atau lunjar. Kecil ikannya, tapi cukup enak digoreng. Sedangkan aku, biasanya mengincar ikan lele.

rt.04, vila mutiara bogor 2, bojonggede

Dari cerita Dono, aku ketahui, kali Pesanggrahan dulu terkenal dengan ikan benternya. Banyak orang Bogor kota berdatangan dan memancing jenis ikan ini, Mereka membawa telur rang-rang/kroto sebagai umpan. Dan setiap berangkat perolehannya masih banyak. Bisa dapat satu kilogram per orang.

Kini Pesanggrahan sudah berubah. Airnya lbih kehitaman. Lebar kalinya makin menyempit karena tertutup sampah palstik. Ikan makin jarang. Kalaupun ada hanya karena ikan lepas dari empang karena banjir.

Dulu Dono ikut menjala ikan di Pesanggrahan. Sekarang orang sudah malas menjala ikan karena ikannya sudah jarang. Mungkin karena makin banyak limbah perumahan yang dibuang ke kali.


rt.04, vila mutiara bogor 2, bojonggede

***


RT.4 - Sudah hampir dua tahun aku jarang lagi ngobrol dengan Dono. Semenjak sawah belakang rumah berganti dengan perumahan, tak pernah lagi aku mancing di Pesanggrahan.

Suatu sore, aku terkejut. Aku bertemu dengan Dono. "Hei Mas, apa kabar?" ia sodorkan tangannya untuk aku jabat. "Hai Don, baik. Lama tak jumpa. Kemana aja sekarang?". Akhirnya panjang lebar ngobrol di depan warung Haris. Dari keterangannya kuketahui bahwa pasaran kursi dan almari di Jakarta sudah hancur. Beberapa waktu lalu ia ikut kerja Cleaning Service di Yayasan (Outsourcing). Ia mendapat jatah "ngantor" di RSCM. Setiap pagi berangkat naik kereta pertama dan pulang malam hari. Dapat libur hari Minggu. Ia sudah bekerja satu tahun sampai akhirnya habis masa kontraknya dan kembali menganggur. Sekarang sedang ikut kerja bangunan.

rt.04, vila mutiara bogor 2, bojonggede

Wajahnya tetap datar dan tanpa beban. Seolah, sudah biasa dan sewajarnya nasibnya seperti itu....

Banyak Dono-Dono lain di sekitar perumahan VMB2. Sampai akhirnya aku pun tak tahu harus bagaimana menutup cerita ini karena memang belumlah berakhir.... Mungkin boleh kutengarai sebagai penggalan kisah warga yang kian terpinggirkan...

Kelak akan aku tengok kembali bagaimana kisah Dono ... semoga tidak makin ke pinggir dan tersingkir....



Jakarta, 8 Maret 2016

Ditulis Oleh :
Taat Ujianto , RT 04

Share This Post :

0 komentar:

Post a Comment

Demi menjaga persatuan dan kesatuan , dilarang memberikan komentar yang mengandung unsur sara, pornografi dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan permusuhan. Jika ada yang melanggar maka komentarnya akan dihapus oleh admin. Terima kasih.

Translate I Terjemahan

Donatur

 
Copyright © 2015 Website eRTe.04 . All Rights Reserved
Template RT.04 by Creating Website and eRTe.04