Headline News
Home » , » PURA-PURA BUTA DRAINASE

PURA-PURA BUTA DRAINASE

Posted by Puspa Anggita
Website eRTe.04 , Updated at: 10:21:00

Posted by Puspa Anggita on Friday, 11 March 2016

rt.04, bojonggede, vila mutiara bogor 2
Tanpa drainase, semua jalanan akan rusak

eRTe 4 - Saat di boncengan motor, anakku yang akan berumur 4 tahun mendadak nyletuk, "Bapak..Bapak..., kok jalanannya banjir kayak kali!" Ia sudah bisa koment terhadap situasi jalan dari Vila menuju Batu Gede Pangkalan ojek. Jalanan super amburadul dan berubah menjadi "kali" saat hujan. Semua yang lewat, yang tidak pernah makan bangku sekolahan pun tahu bahwa jalan harus diperbaiki. Semua juga bisa berpendapat bahwa jalanan makin hancur karena tidak ada selokan/drainase yang layak. Namun semua yang lewat pasti sama bingungnya, siapa yang harus memperbaiki jalan ini? Warga? Aparat RT, RW, Lurah, Pemda Bogor, Kotamadya Bogor? Pertanyaannya nggak bisa dijawab. Ibarat Ujian, soal ulangan tanpa jawaban, alias zooonnk ....

rt.04, vila mutiara bogor 2, bojonggede
Seharusnya semua jalan dilengkapi drainase

RT.4 - Konon sekarang zaman modern. Warga Indonesia sudah melek huruf dan bersekolah. Sekarang bukan zaman prasejarah yang hanya kenal batu akik dan batu pembuat api. Namun, patut dipertanyakan. Sepertinya justru kita mundur lagi ke zaman batu.

Buktinya, setelah zaman pra-aksara, muncul peradaban hindu-budha. Masa kejayaannya adalah Kerajaan Majapahit. Konon, dari bukti sejarah, di Kota Trowulan (ibukota kerajaan), seluruh bangunan dikelilingi kali-kali yang bersatu pada suatu kanal. Sistem drainase dirancang sangat apik. Kapal kecil dapat menyusuri kali. Transportasi air menghubungkan kota Trowulan menuju pelabuhan di sekitar Surabaya sekarang.

Transportasi sungai di kota Trowulan-Majapahit

Di zaman Hindu-Budha kala itu, anak-anak jelata masih bugil. Laki-laki hanya bercawat. Perempuan banyak telanjang dada. Kalau mereka hidup di jaman sekarang sudah pasti akan dituduh pornografi, pornoaksi, dan kelompok kafir atau aliran sesat. Namun jangan salah, di masa itu, drainase sangat terawat dan dianggap penting. Buktinya, tidak ada cerita dalam bukti sejarah yang mengatakan kota Majapahit kebanjiran.

rt.04, vila mutiara bogor 2, bojonggede
Sistem drinase kota Trowulan-Majapahit


Ironis dengan sekarang. Zaman dimana katanya sudah pada melek agama, rajin sembahyang namun menutup mata terhadap soal drainase. Bukankah semakin tinggi kehidupan beragamanya, seharusnya semakin berbudaya? Namun mengapa soal jalanan hancur tak ada yang segera bertindak? Paling-paling hanya menggerutu sama seperti saya? Apakah saya juga sama brengseknya dengan mereka? Sama-sama mengaku beragama tetapi aku pun tak berbuat apa-apa? Bahkan pemimpin negeri dari desa, kecamatan, hingga kabupaten pun kompak dalam bahasa yang sama: membutakan diri pada drainase dan perbaikan jalan Batu Gede. Aku pun ikut pura-pura buta saat menyeberangi jalanan amburadul itu. Tiap hari pulang-pergi, berlagak buta. Itulah ajaran para pemimpin di wilayah Bogor. Aku pun menjadi penganut dan pengikut mereka.... Astafirullah......

Mari kita sama-sama tanyakan pada rumput yang bergoyang .... Apa penyebabnya kita semua mengidap penyakit buta?



Jakarta, 11 Maret 2016



Ditulis Oleh :
Taat Ujianto , RT 04

Share This Post :

0 komentar:

Post a Comment

Demi menjaga persatuan dan kesatuan , dilarang memberikan komentar yang mengandung unsur sara, pornografi dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan permusuhan. Jika ada yang melanggar maka komentarnya akan dihapus oleh admin. Terima kasih.

Translate I Terjemahan

Donatur

 
Copyright © 2015 Website eRTe.04 . All Rights Reserved
Template RT.04 by Creating Website and eRTe.04