Headline News
Home » » Setelah 12,5 Tahun Belajar Menjadi Pengajar

Setelah 12,5 Tahun Belajar Menjadi Pengajar

Posted by Puspa Anggita
Website eRTe.04 , Updated at: 08:32:00

Posted by Puspa Anggita on Tuesday, 5 April 2016


rt.4, Belajar

RT.4 - Setiap kali detik terlewatkan, akhir kian mendekat.
Sebelum masa itu tiba, kepada teman-temanku semua, ingin aku katakan dengan jujur dan jelas tentang sepenggal perjalananku.

Telah kujalani hidupku dengan penuh dan sadar.
Setiap jalan yang harus kulewati, satu per satu aku selesaikan.
Ada jalan kecil, jalan besar, banyak rintangan, maupun jalan mulus.
Semua kutempuh dengan caraku.

Pernah ada sebersit penyesalan, tetapi secara keseluruhan, aku kira terlalu sedikit dan tak perlu kusebutkan.
Kuyakinkan diriku bahwa aku telah melakukan apa yang aku harus lakukan. Dan, semua selesai tanpa kecuali.

Aku berusaha selalu ada rencana dalam setiap peta jalan. Walaupun dengan penuh kehati-hatian, namun tak kupungkiri, tak jarang menyimpang dari rencana semula. Namun perlu teman-teman ketahui, dari semua itu, aku selesaikan dengan caraku.

Teman-teman pasti pernah menyaksikan,
Ada kalanya aku mengunyah lebih dari apa yang aku dapat telan.
Kadang ada keraguan dan aku muntah karenanya.
Dan kini, harus aku hadapi semua itu dengan kebanggaan  sejadi-jadinya. Inilah jalanku yang kutempuh dengan caraku.

Sering aku merasa dicintai, menyayangi, tertawa, dan menangis.
Pernah aku lelah, merasa kalah, tak berdaya.
Bila kutengok kembali, terasa ada yang lucu tersungging di sudut bibirku.

Teman-teman, hingga kini, aku pun punya ketakutan.
Bila akhir telah tiba, aku tidak ingin malu menutup jalanku.
Kuhibur diriku, semoga perjalanan yang aku torehkan memanglah  tidak sia-sia dan memalukan leluhurku.

Bukankah manusia lahir sndiri-sendiri dan kelak harus berakhir sendiri-sendiri? Aku ingin menghadapinya dengan penuh keberanian dan bertanggung-jawab. Kalau bukan manusia itu sendiri, melapangkan jalan kehendak Ilahi, siapa pula yang akan mewujudnyatakan di dunia ini?
Berani menyatakan benar sebagai benar, salah sebagai salah.
Dan inilah kupersembahkan jalan hidupku yang terpampang dihadapan kawan-kawan semua. Jalanku yang kutempuh dengan caraku.

Ya, inilah caraku







BILA DINYANYIKAN:

erte.04

MY WAY

And now the end is near
And so I face the final curtain
My friend I'll say it clear
I'll state my case of which I'm certain

I've lived a life that's full
I traveled each and every highway
And more, much more than this
I did it my way

Regrets I've had a few
But then again too few to mention
I did what I had to do
And saw it through without exemption

I planned each charted course
Each careful step along the byway
And more, much more than this
I did it my way

Yes there were times I'm sure you knew
When I bit off more than I could chew
But through it all when there was doubt
I ate it up and spit it out, I faced it all
And I stood tall and did it my way

I've loved, I've laughed and cried
I've had my fill, my share of losing
And now as tears subside
I find it all so amusing

To think I did all that
And may I say not in a shy way
Oh no, oh no, not me
I did it my way

For what is a man what has he got
If not himself then he has not
To say the things he truly feels
And not the words of one who kneels
The record shows I took the blows
And did it my way

Yes it was my way





Ditulis Oleh :
Taat Ujianto , RT 04

Share This Post :

0 komentar:

Post a Comment

Demi menjaga persatuan dan kesatuan , dilarang memberikan komentar yang mengandung unsur sara, pornografi dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan permusuhan. Jika ada yang melanggar maka komentarnya akan dihapus oleh admin. Terima kasih.

Translate I Terjemahan

Donatur

 
Copyright © 2015 Website eRTe.04 . All Rights Reserved
Template RT.04 by Creating Website and eRTe.04